Senin, 06 Juli 2020

Kepada Guru Emha




Gambar diambil dari sini


Bila ada sosok yang selama ini sangat berperan membuka cakrawala berpikir saya, maka Emha Ainun Najib namanya. Bila ada sosok yang ujarannya secara tertulis maupun terucap banyak memengaruhi cara berpikir dan cara bersikap saya, Emha Ainun Najib namanya. Bila ada sosok yang lancang saya jadikan guru—walaupun dia belum tentu mau, maka Emha Ainun Najib pula namanya.

Sabtu, 04 Juli 2020

Mendorong Mobil Mogok






Bulan April tahun  kemarin, saya sempat berniat untuk tidak memperpanjang sewa domain halaman blog ini, tetapi saya urungkan. Kejadian serupa saya ulangi di tahun ini. Blog ini tetap saya “hidupi”, walau tulisan terakhir yang mengendap masih sama: tulisan sekitar 2 tahun yang lalu, saat perayaan Piala Dunia 2018. Setelahnya, saya tak lagi menulis di blog ini. Hingga sekarang.

Tentu saja dalam dua tahun ini, banyak hal yang terjadi dan tidak saya rekam dalam catatan di blog ini. Mulai dari saya menikah tahun lalu, banyak buku bagus terbit, banyak film menarik yang ditonton, ada  wabah COVID-19 yang menyerang hampir seluruh pelosok di di dunia ini, saya belajar memotong rambut, anak saya lahir tahun ini, Liverpool akhirnya juara Liga Inggris setelah penantian 30 tahun, dan masih banyak lagi. 

Jumat, 22 Juni 2018

Catatan Piala Dunia 2018 (Argentina vs Kroasia): Babak Belur, Sampaoli!




Argentina menghadapi Kroasia di Nizhny Novograd Stadium dengan asa menjulang untuk membuka peluang lebar lolos ke babak 16 besar. Lionel Messi, yang gagal mencetak gol dari berbagai cara saat melawan Islandia menjadi pemain yang mengusung beban paling berat. Sang kapten Albiceleste menjadi sorotan media karena penampilannya yang tak memuaskan di laga sebelumnya. Sedang rival abadinya, Cristiano Ronaldo, semakin  membuat catatan bagus karena bercokol di pemuncak daftar pencetak gol terbanyak sementara dengan torehan 4 gol, usai menambah tabungan gol dari  gol cepat yang ia cetak kala melawan Maroko. 

Beberapa kali wajah Messi yang tertangkap sorot kamera, terlihat murung. Ia tidak tersenyum sama sekali. Di beberapa momen, dahinya lebih sering mengernyit. Ia juga beberapa kali mengurut keningnya. Bahasa tubuh untuk sebuah pikiran yang kalut dan dilanda stres yang berat.